DINAMIKA TRADISI BERGURU MENGAJI DI TENGAH FENOMENA PUTUS MENGAJI PADA REMAJA MASYARAKAT LEMBAK BENGKULU
Keywords:
the tradition of studying under a teacher, reciting the Quran, social capital, habitus, Bourdieu.Abstract
Penelitian ini menganalisis dinamika tradisi berguru ngaji pada masyarakat Lembak di Kota Bengkulu, dengan fokus pada keberlanjutan pendidikan keagamaan berbasis komunitas dan fenomena putus mengaji pada remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap remaja aktif, remaja yang telah berhenti, serta guru mengaji. Data dianalisis secara tematik melalui reduksi, pengkodean, dan penentuan tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi berguru ngaji masih bertahan sebagai sistem pendidikan keagamaan berbasis relasi personal guru–murid yang dibangun atas dasar keikhlasan, penghormatan, dan kedekatan emosional. Aktivitas mengaji juga berfungsi sebagai ruang sosial yang memperkuat interaksi dan solidaritas teman sebaya. Namun, ditemukan fenomena putus mengaji yang dipengaruhi oleh melemahnya ikatan kelompok sebaya serta meningkatnya kompetisi aktivitas remaja, terutama tuntutan pendidikan formal dan kegiatan lain. Secara teoretis, analisis menggunakan perspektif Pierre Bourdieu melalui konsep field, habitus, serta modal sosial dan budaya. Temuan menunjukkan bahwa keberlanjutan tradisi sangat ditentukan oleh kekuatan modal sosial, khususnya jaringan teman sebaya. Pelemahan modal sosial berdampak pada menurunnya habitus keagamaan dan partisipasi remaja dalam tradisi berguru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa putus mengaji bukan disebabkan oleh penolakan nilai agama, melainkan oleh perubahan struktur sosial dan dinamika aktivitas remaja. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan jejaring sosial dalam pendidikan keagamaan berbasis komunitas untuk menjaga keberlanjutan tradisi dan reproduksi nilai budaya lokal.
References
Abdullah, I. (2021). Sosiologi pendidikan Islam: Perspektif sosial budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Arifin, Z. (2020). Pendidikan Islam dalam masyarakat multikultural Indonesia. Jurnal Pendidikan Islam, 9(2), 123–136.
Azizah, N. (2023). Transformasi pendidikan Al-Qur’an di era modern. Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 11(1), 45–60.
Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966). The social construction of reality: A treatise in the sociology of knowledge. Anchor Books.
Bourdieu, P. (1990). The logic of practice. Stanford University Press.
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage Publications.
Fadli, M. R. (2020). Pendidikan Islam berbasis komunitas lokal. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 17(1), 1–15.
Fauzi, M., & Mubit, R. (2022). Modernisasi pendidikan Islam di Indonesia. Al-Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam, 13(2), 101–115.
Grenfell, M. (2019). Pierre Bourdieu: Key concepts (2nd ed.). Routledge.
Hasan, M. (2023). Digitalisasi dan perubahan perilaku remaja Muslim. Jurnal Sosiologi Agama, 15(2), 88–102.
Hasanah, U., & Syarifuddin, A. (2022). Dinamika sosial pendidikan keagamaan remaja. Jurnal Studi Islam, 10(3), 210–225.
Hidayah, N., & Maulida, R. (2021). Peran teman sebaya dalam pembentukan perilaku remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan, 8(1), 55–68.
Hidayat, R., & Anwar, S. (2022). Pendidikan berbasis nilai budaya lokal. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 7(2), 112–125.
Huda, M., & Kartanegara, M. (2021). Islamic education in Indonesia: Tradition and transformation. International Journal of Islamic Education, 5(1), 33–48.
Ismail, F. (2024). Perubahan sosial dan pendidikan keagamaan remaja. Jurnal Sosiologi Pendidikan, 12(1), 1–14.
Jenkins, R. (2014). Pierre Bourdieu (3rd ed.). Routledge.
Kurniawan, D. (2023). Peer group influence in adolescent religious behavior. Journal of Youth Studies, 18(2), 140–155.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Mujiburrahman. (2021). Tradisi pendidikan Islam di pesantren Nusantara. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 6(2), 77–92.
Mulyadi, A. (2021). Pendidikan agama berbasis tradisi lokal. Jurnal Ilmu Pendidikan, 14(1), 66–80.
Nisa, E. F. (2022). Youth, religion, and digital culture in Indonesia. Contemporary Islam, 16(3), 201–219.
Nurhayati, S. (2024). Ekonomi sosial dalam pendidikan tradisional. Jurnal Sosial Humaniora, 9(1), 25–39.
Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.
Rahman, F. (2022). Pendidikan Islam dan transformasi sosial di Indonesia. Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 99–114.
Rahmawati, D. (2023). Communities of practice dalam pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Nonformal, 10(2), 150–165.
Rijal, S. (2023). Identitas keagamaan dan reproduksi budaya lokal. Jurnal Antropologi Sosial, 5(1), 44–58.
Santrock, J. W. (2020). Adolescence (18th ed.). McGraw-Hill Education.
Slama, M. (2021). Religious authority and youth culture in Indonesia. Asian Studies Review, 45(2), 230–247.
Smith, L., Brown, K., & Lee, J. (2020). Communities of practice in education. Educational Review, 72(4), 456–470.
Sulaiman, A. (2023). Adab dalam pendidikan Islam tradisional. Jurnal Pendidikan Islam, 12(1), 88–100.
Wenger, E. (1998). Communities of practice: Learning, meaning, and identity. Cambridge University Press.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Sage Publications.
Yusuf, M. (2020). Tradisi ngaji dalam masyarakat pedesaan Indonesia. Jurnal Studi Keislaman, 7(2), 101–115.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nelly Marhayati, Lailatul Badriyah, Novia Ayu Lestari, Sinta Safitri, Mhd Akhyar Harahap, Nadia Asmanti Putri, Aisyah Primadanti, Frizcha, Muhammad Abdul Yunus, Muhammad Andra Utama, Annida Nadia Alfauziah, Widia Bella Pisra (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





