MENJADI DIRI SENDIRI ANTARA OTONOMI SUBJEK, AUTENTISITAS, DAN ETIKA KEHIDUPAN BERSAMA REFLEKSI FILOSOFIS ATAS RELASI MANUSIA DENGAN DIRI DALAM KONTEKS MASYARAKAT KONTEMPORER

Authors

  • Monalisa Nabongkalon Universitas Negeri Gorontalo Author
  • Wahidin R. Van Gobel, S.Pd Universitas Negeri Gorontalo Author
  • Usman Pakaya Universitas Negeri Gorontalo Author

Keywords:

diri, subjek, otonomi, autentisitas, etika sosial

Abstract

Relasi manusia dengan dirinya sendiri merupakan persoalan fundamental dalam filsafat karena menyentuh dimensi ontologis, etis, dan eksistensial keberadaan manusia. Dalam masyarakat kontemporer, terutama di kalangan Generasi Z, muncul penegasan kuat terhadap pentingnya mencintai dan mendahulukan diri sendiri sebagai bentuk kesadaran akan otonomi subjek dan kesehatan mental. Namun, penegasan ini kerap berhadapan dengan nilai-nilai etika tradisional yang menekankan kewajiban sosial, khususnya penghormatan terhadap orang yang lebih tua. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep menjadi diri sendiri melalui analisis relasi subjek dan diri dalam perspektif filsafat, dengan mengintegrasikan refleksi atas fenomena sosial aktual di ruang publik serta temuan kajian ilmiah dari psikologi dan sosiologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif reflektif-filosofis melalui kajian pustaka dan pengamatan langsung terhadap fenomena sosial masyarakat. Kajian ini menunjukkan bahwa menjadi diri sendiri tidak identik dengan individualisme egoistis, melainkan merupakan proses reflektif yang menuntut keseimbangan antara kebebasan subjek, kesehatan mental, dan tanggung jawab etis dalam kehidupan bersama.

Author Biographies

  • Wahidin R. Van Gobel, S.Pd, Universitas Negeri Gorontalo

    Pascasarjana Pendidikan Bahasa Inggris

  • Usman Pakaya, Universitas Negeri Gorontalo

    lecture, Universitas negeri Gorontalo

References

Aristoteles. (2009). The Nicomachean Ethics (Revised ed.). Oxford: Oxford University Press.

Beck, U. (1992). Risk Society: Towards a New Modernity. London: Sage Publications Jawa Pos. 22 April 2008. Wanita Kelas Bawah Lebih Mandiri, hlm. 3

Descartes, R. (1996). Meditations on First Philosophy (Revised ed.). Cambridge: Cambridge University Press

Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2000). The “what” and “why” of goal pursuits: Human needs and the self-determination of behavior. Psychological Inquiry, 11(4), 227–268. https://doi.org/10.1207/S15327965PLI1104_01

Giddens, A. (1991). Modernity and Self-Identity: Self and Society in the Late Modern Age. Stanford: Stanford University Press.

Kierkegaard, S. (1980). The Sickness Unto Death: A Christian Psychological Exposition for Upbuilding and Awakening (Kierkegaard’s Writings, Vol. 19). Princeton, NJ: Princeton University Press.

Sartre, J.-P. (2007). Existentialism Is a Humanism (Trans. Carol Macomber). New Haven, CT: Yale University Press.(Original work published 1946)

.

Taylor, C. (1989). Sources of the Self: The Making of the Modern Identity. Cambridge, MA: Harvard University Press.

Downloads

Published

2026-01-15

How to Cite

MENJADI DIRI SENDIRI ANTARA OTONOMI SUBJEK, AUTENTISITAS, DAN ETIKA KEHIDUPAN BERSAMA REFLEKSI FILOSOFIS ATAS RELASI MANUSIA DENGAN DIRI DALAM KONTEKS MASYARAKAT KONTEMPORER. (2026). VARIABLE RESEARCH JOURNAL, 3(01), 28-34. https://variablejournal.my.id/index.php/VRJ/article/view/289

Similar Articles

1-10 of 74

You may also start an advanced similarity search for this article.