PENGARUH PENAMBAHAN ABU PADA PENGERINGAN KULIT SINGKONG TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK SECARA IN VITRO

Authors

  • Barnabas Gairtua Universitas Pattimura Author
  • Risart L. Dolewikou Universitas Pattimura Author
  • Juwaher Makatita Universitas Pattimura Author

Keywords:

Kulit singkong, kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, in vitro

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai kecernaan in vitro bahan kering dan bahan organik  kulit singkong dengan cara pengeringan dan perendaman untuk mengetahui perlakuan mana yang terbaik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial. Masing-masing perlakuan dilakukan replikasi sebanyak lima kali pengungalangan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 4  perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan terhadap kulit singkong adalah P1 (Pengeringan tanpa menggunakan abu), P2  (Pengeringan dengan abu 5% dan waktu 24 jam), P3 (pengeringan dengan Abu 10% dan waktu 36 jam), P4 (pengeringan dengan abu 15% waktu 48 jam). Evaluasi kecernaan in vitro ini dilakukan dengan menggunakan metode Tilley and Terry.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan abu 15% dan waktu 48 jam pada saat peneringan  yang merupakan perlakuan yang terbaik.

References

Abella, L. B., Agbisit, E. M., & Sulabo, R. C. 2020. Effect of multi-enzyme supplementation on energy concentration, nutrient and fiber digestibilities and growth performance of nursery pigs fed diets with cassava meal. Philipp J Vet Anim Sci, 46(1), 42-53

Fanelli, N. S., Leidy J. Torres Mendoza, L. J. T., Abelilla, J. J., & Stein, H. H. 2023. Chemical composition of cassava-based feed ingredients from South-East Asia. Animal Bioscience, 36(6), 908-919. https://doi.org/10.5713/ab.22.0360

Gairtua, B., Utomo, R.,Hanin,C.,Baihagi, Z. A., & Wulandari 2024. “Assessing the effectiveness of ash soaking in reducing hydrogen cyanide (HCN) levels in cassava peel”, Livestock Research for Rural Development 36 (4),39.

Garsetiasih, R. 2007. Daya cerna jagung dan rumput sebagai pakan rusa (Cervus timorensis). Buletin Plasma Nutfah.13: 89 – 92.

Hanifah, V. W., Yulistiani, D. dan Asmarasari, S.A. A. 2010. Optimalisasi pemanfaatan limbah kulit singkong menjadi pakan ternak dalam rangka memberdayakan pelaku usaha enye-enye. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Balai Penelitian Ternak. Bogor.

Hartadi, H. S. Reksohadiprodjo, dan A. D. Tillman, 1997. Tabel Komposisi Bahan Pakan untuk Indonesia.Cetakan ke 4.Gadjah Mada University Press.Yogyakarta.

Hersoelistyorini, W. Dan Abdullah, Mb. 2010. Biokonversi Limbah Kulit Singkong Menjadi Pakan Ternak Berprotein Tinggi. Prosiding.Isbn 978- 979-98465-6-3.

Huda, T. I. A., Agus, A., Noviandi, C. T., Andarwati, S., & Astuti, A. 2024. Analysis of the Nutritional Quality of Local Feed Ingredients Commonly Used in the Concentrate Formula for Beef Cattle Feedlots in Indonesia. Bulletin of Animal Science, 48(2), 117-127.

Irawan, Y., Suparjo, S., & Fitra, Y. 2021. Pemanfaatan daun, kulit, dan onggok singkong sebagai bahan pakan ternak ruminansia. Jurnal Ilmu Peternakan Indonesia, 23(1), 45–54.

Murtidjo. 2001. Budidaya Karper Dalam daring Keramba Apung. Kanisius. Jakarta

Noviandi, C. T., J.S. Eun, M. D. Peel, B. L. Waldron, B. R. Min, D. R. ZoBell, and R. L. Miller. 2014. Effects of energy supplementation in pasture forages on in vitro ruminal fermentation characteristics in continuous cultures. Prof. Anim. Sci. 30:1322.

Nurlaili, F., Suparwi, dan T.R. Sutardi. 2013. Fermentasi kulit singkong (Manihot utilissima pohl) menggunakan Aspergillus niger pengaruhnya terhadap kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO) secara InVitro. Jurnal Ilmiah Peternakan.1 (3) : 856 – 864.

Putri, K. A., Erwanto, E., Farda, F. T., Muhtarudin, M., Tantalo, S., Noer, I., & Hasiib, E. A. 2024. Evaluasi Jenis dan Kualitas Pakan Sapi Potong Peternak Rakyat di Desa Astomulyo, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah. Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan, 8(1), 59-66. https://doi.org/10.23960/jrip.2024.8.1.59-66

Sandi, Y. O., S. Rahayu, dan S. Wardhana. 2013. Upaya peningkatan kualitas kulit singkong melalui fermentasi menggunakan Leuconostoc Mesenteroides pengaruhnya terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik secara in vitro. Jurnal Ilmiah Peternakan.1 (1) : 99 – 108.

Srakaew, W., Wachirapakorn, C., Cherdthong, A., & Wongnen, C. 2021. Ruminal degradability and bypass nutrients of alkaline or steam-treated cassava chip and corn grain. Tropical Animal Science Journal, 44(4), 451–461. https://doi.org/10.5398/tasj.2021.44.4.451.

Sutardi, T. 1979. Ikhtisar Ruminologi. Bahan Kursus Peternakan Sapi Perah. Kayu Ambon. Dirjen Peternakan FAO. hlm. 55 – 60.

Tillman, A. D. 1977. Ruminant Nutrition. Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Yana, N. D., Harry, & Gandasari, D. 2020. Analisis pemberian fermentasi kulit singkong sebagai pakan tambahan sapi potong di Desa Wanajaya Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut. Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis, 4(2), 1–8.

Downloads

Published

2026-04-15

Issue

Section

Articles

How to Cite

PENGARUH PENAMBAHAN ABU PADA PENGERINGAN KULIT SINGKONG TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK SECARA IN VITRO. (2026). VARIABLE RESEARCH JOURNAL, 3(02), 313-317. https://variablejournal.my.id/index.php/VRJ/article/view/344

Similar Articles

1-10 of 20

You may also start an advanced similarity search for this article.