PENDEKATAN PLACE-MAKING SEBAGAI STRATEGI REVITALISASI KAWASAN RUANG TERBUKA HERITAGE : STUDI KASUS KOTA BENGKULU
Keywords:
place-making, revitalisasi kawasan heritage, ruang publik, identitas kota, Kota BengkuluAbstract
Kawasan heritage memiliki peran penting dalam membentuk identitas kota serta mendukung aktivitas sosial dan budaya masyarakat. Namun, upaya revitalisasi kawasan heritage di banyak kota masih berfokus pada aspek fisik dan visual, sehingga kurang mampu menghidupkan ruang publik secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan pendekatan place-making dalam revitalisasi kawasan heritage di Kota Bengkulu. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, pemetaan aktivitas, wawancara semi-terstruktur, serta studi dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan indikator place-making yang meliputi aksesibilitas, kenyamanan dan citra ruang, aktivitas dan fungsi, serta sosiabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip place-making telah diterapkan secara parsial, dengan kekuatan utama pada aspek citra dan identitas kawasan. Namun, aspek aksesibilitas, kenyamanan, keberagaman aktivitas, dan partisipasi masyarakat masih belum optimal. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan place-making sebagai kerangka integratif untuk menciptakan revitalisasi kawasan heritage yang hidup, inklusif, dan berkelanjutan.
References
Ashworth, G. J., & Tunbridge, J. E. (2000). The tourist-historic city: Retrospect and prospect of managing the heritage city. Oxford: Pergamon Press.
Chan, C. S., Peters, M., & Marafa, L. (2024). Creative placemaking and heritage revitalization: Community engagement and local identity. Journal of Heritage Tourism, 19(1), 1–18. https://doi.org/10.1080/1743873X.2023.
Doratli, N., Hoskara, S. O., & Fasli, M. (2004). An analytical methodology for revitalization strategies in historic urban quarters: A case study of the Walled City of Nicosia. Cities, 21(4), 329–348. https://doi.org/10.1016/j.cities.2004.04.003
Graham, B., Ashworth, G. J., & Tunbridge, J. E. (2016). A geography of heritage: Power, culture and economy. London: Routledge.
Habibullah, R., & Ekomadyo, A. S. (2021). Placemaking sebagai pendekatan perancangan ruang publik perkotaan di Indonesia. Jurnal Arsitektur ZONASI, 4(2), 123–135. https://doi.org/10.17509/jaz.v4i2.
Juwito, R. S., Rosantika, P. M., Fatona, G., Pratimi, M., Ramadhan, E., Pratama, A. Y., & Sari, R. (2025). Revitalisasi kawasan heritage Benteng Marlborough sebagai penguatan identitas kota Bengkulu. MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary, 3(8), 5838–5847. Retrieved from https://journal.institercom-edu.org/index.php/multiple/article/view/1095
Lew, A. A. (2017). Tourism planning and place making: Place-making or placemaking? Tourism Geographies, 19(3), 448–466. https://doi.org/10.1080/14616688.2017.1282007
Montgomery, J. (1998). Making a city: Urbanity, vitality and urban design. Journal of Urban Design, 3(1), 93–116. https://doi.org/10.1080/13574809808724418
Project for Public Spaces. (2016). What makes a great place?. New York: PPS.
Relph, E. (1976). Place and placelessness. London: Pion.
Setioko, B., & Pandelaki, E. (2015). Revitalisasi kawasan kota lama sebagai upaya pelestarian kawasan heritage. Jurnal Tata Kota dan Daerah, 7(2), 75–86.
Smith, L. (2006). Uses of heritage. London: Routledge.
Strydom, W. (2024). Sustainable placemaking and urban wellbeing in heritage environments. Urban Studies, 61(2), 345–361. https://doi.org/10.1177/004209802312
Triratma, S. (2023). Creative placemaking dalam revitalisasi kawasan heritage perkotaan. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 34(3), 201–214. https://doi.org/10.5614/jpwk.2023.34.3.2
Wijaya, I. K., Antariksa, & Santosa, H. (2020). Penerapan konsep placemaking pada revitalisasi kawasan heritage. Jurnal Arsitektur KOMPOSISI, 14(1), 55–66.
Whyte, W. H. (1980). The social life of small urban spaces. Washington, DC: Conservation Foundation.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rizqiyah Safitri Juwito (Author); Mariska Pratimi, Geby Fatona, Pretty Maggiesty Rosantika, Anggi Yudha Pratama, Evandry Ramadhan (Translator)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





